Babak kedua semakin panas setelah Real Madrid harus bermain dengan sepuluh pemain usai Raúl Asencio menerima kartu merah di masa injury time, disusul kartu merah lainnya untuk Rodrygo Goes pada menit 90+6. Situasi tersebut dimanfaatkan maksimal oleh Benfica untuk menekan pertahanan Madrid yang mulai rapuh.
Puncak drama terjadi di menit 90+8, ketika Anatoliy Trubin, penjaga gawang Benfica, maju membantu serangan dan sukses mencetak gol penutup. Gol langka dari kiper itu sontak membakar stadion dan memastikan kemenangan 4-2 bagi Benfica.
Secara statistik, Benfica juga unggul dalam duel fisik dan tekel, menunjukkan determinasi tinggi sepanjang laga. Sementara Real Madrid harus membayar mahal kurangnya disiplin dan kegagalan memanfaatkan peluang meski mendominasi permainan.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Benfica bukan sekadar penggembira di Liga Champions musim ini. Sebaliknya, Real Madrid dipaksa melakukan evaluasi serius jika ingin bertahan lebih jauh di kompetisi elite Eropa tersebut.












