Kedua, aspek keamanan pangan dengan memastikan bahan pangan yang beredar memenuhi standar keamanan fisik, kimia, dan biologi. Pengawasan akan dilakukan secara intensif oleh tim di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ketiga, aspek mutu pangan dengan memastikan klasifikasi dan kualitas komoditas sesuai standar, sehingga masyarakat mendapatkan produk yang layak konsumsi dengan harga wajar.
Sementara itu, Andriko Noto Susanto menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan. Ia menegaskan bahwa Satgas tidak lagi sebatas memberikan imbauan, melainkan akan melakukan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran, termasuk penyimpangan HET dan peredaran pangan yang tidak memenuhi standar.
Untuk menjaga pasokan, Bulog diminta memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tetap aman. Jika terjadi gejolak harga, koordinasi lintas sektor akan segera dilakukan guna menjaga stabilitas pasar.
Selain itu, pemerintah juga akan merealisasikan program Jagung SPHP pada awal Maret. Melalui program ini, peternak dapat memperoleh jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram guna menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas harga produk peternakan.
Pemprov Sultra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan lebih tenang dan sejahtera.













