Dalam keterangannya, Suharyanto menilai bencana di ketiga provinsi ini tergolong besar. Meski skala dampak di Sumbar disebut relatif lebih ringan bila dibandingkan dengan Sumut dan Aceh, ia menegaskan bahwa dampaknya tetap signifikan.
“Bukan berarti ringan. Kalau dibandingkan Aceh dan Sumut, Sumbar lebih ringan. Tapi kalau dibandingkan skala bencananya Sumbar sendirian, itu sangat besar dan masif,” ujarnya.
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti kerusakan hutan di kawasan Batang Toru, yang disebut sebagai salah satu faktor pemicu parahnya banjir dan longsor di Sumatra Utara. Diskursus terkait mitigasi lingkungan pun kembali menguat di tengah besarnya dampak bencana.
BNPB saat ini terus mengkoordinasikan operasi tanggap darurat dengan pemerintah daerah dan TNI-Polri, termasuk upaya percepatan evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Pemerintah juga mengimbau warga di kawasan rawan untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.












