Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Rabu (19/3/2025) dengan kenaikan signifikan di tengah tekanan pasar global. IHSG tercatat naik 88,27 poin atau 1,42% ke level 6.311,66, sementara indeks LQ45 turut menguat 0,38% ke posisi 711,67.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya optimisme pasar setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa ia tetap berada di dalam kabinet. Selain itu, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperbolehkan buyback saham tanpa perlu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) selama enam bulan ke depan juga menjadi katalis positif bagi pasar.
“Pasar merespons positif kepastian politik dan kebijakan yang lebih fleksibel. Langkah OJK ini memberikan stabilitas harga saham serta peluang bagi emiten yang memiliki fundamental kuat untuk mempertahankan nilai perusahaannya di tengah tekanan pasar,” kata Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus.
Selain kebijakan dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75%. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Dari luar negeri, investor menunggu hasil pertemuan The Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga, serta memperhatikan perkembangan ekonomi China, yang tengah mengimplementasikan strategi untuk meningkatkan belanja konsumen dan stabilitas pasar keuangan.













