KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyoroti lonjakan jumlah pedagang yang ingin menempati tenan di kawasan eks MTQ Kendari. Kondisi ini muncul di tengah upaya pemerintah menata ruang usaha yang lebih tertib dan representatif bagi pelaku UMKM.
Program pembangunan tenan yang digagas Pemprov Sultra sejatinya merupakan respons atas aspirasi pedagang yang sebelumnya berjualan secara tidak teratur. Melalui dialog yang dilakukan beberapa bulan lalu, para pelaku usaha meminta difasilitasi agar dapat berjualan di lokasi yang lebih layak.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah melakukan pendataan administratif dan hanya menemukan sekitar 50 pedagang yang terverifikasi. Namun, sebagai langkah antisipatif, pemerintah menyiapkan hingga 100 unit tenan.
“Kita siapkan lebih dari kebutuhan awal. Tapi setelah itu, yang ingin masuk justru semakin banyak,” ujar Gubernur, Kamis (23/4/2026).
Lonjakan ini mencerminkan tingginya tekanan ekonomi di sektor informal, di mana akses terhadap ruang usaha yang legal menjadi kebutuhan mendesak. Banyak pelaku usaha baru bermunculan dan berharap dapat memperoleh tempat di kawasan strategis tersebut.













