“Hal tersebut telah dilakukan oleh pertamina, mengakuisisi 20% saham perusahaan energi terbarukan asal Filipina, Citicore Renewable Energy, portofolio energi terbarukan ini bukan hanya investasi ekonomi, tetapi juga investasi untuk masa depan energi yang lebih berkelanjutan,” ucapnya.
Akril meyakini Pertamina dapat menjadi pelopor transformasi energi di Indonesia, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memastikan ketahanan energi untuk generasi mendatang.
“Sebagai perusahaan yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, Pertamina juga berperan penting dalam memastikan akses energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini mencerminkan dukungan Pertamina terhadap transisi energi yang inklusif, di mana semua kalangan dapat berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia yang lebih hijau,” ungkapnya.
Akril mengatakan dengan visi yang kuat dan tindakan nyata, Pertamina dapat menjadi contoh transformasi energi yang tidak hanya bertumpu pada keberlanjutan, tetapi juga pada pembangunan ekonomi nasional. Sebagai pelopor, Pertamina menunjukkan bahwa transformasi energi bukan hanya sebuah tantangan, tetapi juga peluang besar untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat, Pertamina dapat memimpin perubahan yang tidak hanya mengubah lanskap energi nasional tetapi juga menginspirasi dunia untuk bertransformasi menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.












