Kementerian juga terus memperkuat validasi data melalui aplikasi New SIGA dan AI-Superapps untuk memastikan bantuan gizi selama masa Lebaran tepat sasaran. Meski sempat muncul kekhawatiran soal keamanan data pribadi, pemerintah menjamin bahwa sistem enkripsi yang digunakan telah memenuhi standar keamanan siber nasional terbaru 2026. Transparansi data ini menjadi kunci untuk meredam kecurigaan publik terhadap potensi penyalahgunaan informasi kependudukan.
Terkait nasib Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di daerah, Romadhon mendorong publik untuk mendukung penguatan anggaran yang sedang diperjuangkan kementerian di DPR. “Kesejahteraan 11 ribu lebih penyuluh non-ASN adalah kunci suksesnya program kependudukan ke depan. Kita harus yakin bahwa dengan status kementerian, posisi tawar mereka untuk mendapatkan tunjangan operasional yang layak akan jauh lebih kuat dibandingkan saat masih berbentuk badan,” tambahnya.
Isu stunting pun tetap menjadi prioritas melalui program “Genting” yang kini terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis di jalur mudik. Koordinasi lintas sektoral antara Kemendukbangga dengan kementerian teknis lainnya menunjukkan pola kerja baru yang lebih kolaboratif. Publik diharapkan tidak lagi melihat ego sektoral, melainkan satu komando dalam membangun kualitas manusia Indonesia sejak dari janin hingga lansia.
Menutup keterangannya, Romadhon mengajak masyarakat untuk optimis dan membantu pemerintah dalam menyukseskan transisi ini. “Kritik itu perlu, tapi kita juga wajib membantu menjawab keraguan publik dengan data yang benar. Transformasi Kemendukbangga adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan keluarga Indonesia. Mari kita kawal bersama agar kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga di akar rumput,” pungkasnya.













