Tarif 245% Siap Berlaku, AS–China Terancam Masuk Babak Baru Ketegangan Ekonomi

Batas waktu gencatan dagang 90 hari antara Amerika Serikat (AS) dan China akan berakhir pada Selasa

Jika kesepakatan gagal, tarif impor AS terhadap produk China dapat melonjak hingga 245%, sementara China mengancam balasan dengan tarif 125%. Saat ini, rata-rata tarif AS untuk impor dari China berada di 10% ditambah 20% tarif tambahan terkait tuduhan penyelundupan fentanil, sementara ekspor AS ke China dikenai tarif sekitar 30%.

Bank sentral AS (The Federal Reserve) dan sejumlah ekonom memperingatkan bahwa kebijakan tarif ini akan mendorong kenaikan harga domestik. Goldman Sachs memperkirakan beban tarif yang ditanggung konsumen AS bisa naik dari 22% menjadi 67% jika pola kebijakan sebelumnya terulang.

Menjelang batas waktu, dua produsen chip raksasa AS, Nvidia dan AMD, sepakat membayar 15% dari pendapatan penjualan chip canggih ke China kepada pemerintah AS sebagai imbalan izin ekspor. Mantan negosiator perdagangan AS, Stephen Olson, menilai langkah tersebut sebagai bentuk “monetisasi kebijakan perdagangan AS” yang dapat menciptakan preseden berbahaya.

Baca juga:  Tiongkok Tunda Perundingan Nuklir dengan Amerika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *