Ia bahkan menilai kritik yang disampaikan Andre Darmawan cenderung tidak objektif lebih mengarah ke Nyinyir. Menurutnya, Andre terlihat selalu memandang negatif setiap langkah yang diambil pemerintah daerah khususnya Gubernur ASR.
“Jangan sampai setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah selalu dianggap salah. Kritik itu penting, tetapi harus berimbang dan berbasis fakta, bukan sekadar mencari-cari kesalahan,” ujar Akril.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi dengan menyampaikan kritik yang sehat, berimbang, berbasis data dan jangan mudah terprovokasi dan terhasut.
“Perbedaan pandangan itu wajar, tetapi harus tetap dalam koridor objektivitas dan tanggung jawab. Jangan sampai ruang publik dipenuhi narasi yang justru memperkeruh situasi,” tutupnya.
Untuk diketahui bahwa Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Ia menyiapkan dana pribadi sebesar Rp1,8 miliar untuk program beasiswa mahasiswa, yang pendaftarannya dijadwalkan dibuka pekan depan.
Program ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mahasiswa, di tengah belum terealisasinya beasiswa resmi Pemprov Sultra yang masih menunggu proses administrasi dan pengesahan anggaran.













