Saif al-Islam Gaddafi Dilaporkan Tewas Ditembak di Zintan

Saif al-Islam Gaddafi, putra Muammar Khadafi. (The Guardian)

Lulusan London School of Economics dengan gelar doktor pada 2008, Saif sempat membangun citra sebagai tokoh moderat dan reformis, terutama dalam upaya membuka hubungan Libya dengan negara-negara Barat. Namun, reputasinya merosot tajam saat Arab Spring 2011, setelah pernyataannya yang mengancam akan menumpahkan “sungai darah” demi mempertahankan kekuasaan rezim.

Pasca tumbangnya pemerintahan Khadafi, Saif ditahan oleh kelompok bersenjata di Zintan sejak 2011 dan baru dibebaskan pada 2017 melalui kebijakan amnesti umum. Pada 2021, ia sempat mencalonkan diri sebagai presiden Libya, meski hingga kini pemilu nasional belum terlaksana akibat kebuntuan politik.

Tim politik Saif al-Islam mendesak otoritas Libya bersama komunitas internasional untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.

Libya sendiri masih berada dalam situasi rapuh, ditandai konflik berkepanjangan antara pemerintahan yang berbasis di Tripoli dan otoritas di wilayah timur, serta dominasi berbagai kelompok milisi bersenjata.

Baca juga:  Apa yang Telah Dihantam Israel di Iran dan Bagaimana Iran Merespons?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *