Selain diplomasi, dunia militer turut menjadi sorotan. Jet tempur siluman J-20, drone supersonik, dan teknologi bawah laut terbaru dipamerkan. Meski parade difokuskan pada peringatan sejarah, para analis melihatnya sebagai sinyal keras bagi Taiwan. “Pesan China jelas: kekuatan militer kami cukup untuk menakut-nakuti siapapun yang mencoba menghalangi reunifikasi,” kata Charles Parton dari Royal United Services Institute.
Parade ini juga dilihat sebagai pembanding langsung dengan Amerika Serikat. Dua bulan sebelumnya, parade militer AS yang digelar untuk merayakan ulang tahun Donald Trump menuai kritik karena terkesan sederhana. Kini Beijing ingin menunjukkan kebalikannya: megah, disiplin, dan modern.
Di sisi lain, pemerintah China semakin gencar memproduksi film dan dokumenter tentang perjuangan rakyat melawan Jepang, memperkuat narasi bahwa Partai Komunis adalah motor utama kemenangan perang. Langkah ini sekaligus memperkokoh legitimasi Xi Jinping di tengah perlambatan ekonomi dan perang dagang yang mengancam stabilitas domestik.
Parade Beijing menjadi simbol jelas: China tidak lagi sekadar pemain ekonomi, tetapi kini berdiri sebagai pusat kekuatan baru yang menantang dominasi global Barat.











