KLATEN – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, wajah pengamanan di Kabupaten Klaten tampak berbeda dan lebih sigap. Di bawah kepemimpinan AKBP Moh. Faruk Rozi, Polres Klaten melakukan mobilisasi besar-besaran untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama dengan dioperasikannya jalur fungsional Tol Solo-Yogya ruas Prambanan. Fokus utama bukan sekadar kelancaran, tapi juga memastikan kenyamanan pemudik yang melintasi “Kota Bersinar” tersebut.
Ketegasan Kapolres dalam menyapu bersih knalpot brong dan penyakit masyarakat (pekat) beberapa pekan terakhir menjadi fondasi kuat terciptanya situasi kondusif. Langkah ini diambil agar warga yang menjalankan ibadah di akhir Ramadan tidak terganggu oleh kebisingan jalanan. Selain itu, pengerahan tim urai kemacetan di titik-titik rawan seperti Exit Tol Ceper dan Prambanan mulai disiagakan selama 24 jam penuh untuk mencegah penumpukan kendaraan.
“Keputusan Kapolres Klaten untuk menempatkan tim ganjal ban dan mekanik gratis di jalur rawan mogok adalah bentuk nyata dari polmas yang responsif terhadap kebutuhan pemudik,” ujar Aktivis Sosial, Romadhon Jasn, dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Di sisi lain, publik memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep Pos Pengamanan (Pospam) yang kini lebih mirip pusat layanan terpadu. Selain tempat istirahat, Pospam di Klaten menyediakan fasilitas cek kesehatan, pijat refleksi, hingga pojok baca untuk anak-anak. Inovasi ini mengubah kesan kaku markas kepolisian di jalan raya menjadi tempat yang hangat dan membantu bagi keluarga yang sedang menempuh perjalanan jauh.
“Transformasi layanan di Pospam ini membuktikan bahwa Polri di Klaten tidak hanya hadir sebagai penjaga aturan, tapi juga sebagai pelayan yang memiliki empati tinggi terhadap kelelahan pemudik,” lanjut Romadhon Jan menambahkan analisisnya.













