Polemik Pagar Laut Tangerang: Agung Sedayu Group Akui Kepemilikan SHGB di Desa Kohod

Pagar Laut

Mutmainah, Kasubag Umum dan Humas Kanwil BPN Banten, menyebutkan bahwa status fisik wilayah tersebut, apakah dulunya daratan yang terkena abrasi atau tidak masih memerlukan kajian mendalam.

DPR Dorong Pansus Investigasi

Isu ini turut menarik perhatian DPR. Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menginvestigasi lebih lanjut. “Dengan adanya temuan ratusan SHGB dan SHM, pembentukan pansus menjadi urgensi untuk mengungkap kebenaran,” ujar Alex, Senin (20/1/2025).

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyatakan akan meninjau langsung lokasi pagar laut tersebut sebelum memutuskan langkah lebih lanjut. “Masalah ini sudah berlarut-larut, seharusnya bisa diungkap lebih cepat,” ujarnya.

KKP Targetkan Penyelesaian Pekan Depan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan pihaknya tengah memanggil semua pihak terkait, termasuk perusahaan yang disebut memiliki sertifikat di kawasan pagar laut. “Kita akan memastikan pemanfaatan ruang laut sesuai peraturan, termasuk izin administratifnya,” tegas Sakti.

Ia menargetkan investigasi selesai paling lambat pekan depan. “Kami berkomitmen menyelesaikan masalah ini secepatnya,” kata Sakti.

Misteri Pagar Laut Tangerang

Pagar laut sepanjang 30 kilometer di perairan Tangerang telah menjadi perhatian publik. Selain tidak jelas siapa yang memasangnya, temuan adanya sertifikat SHGB dan SHM di kawasan tersebut menambah kerumitan kasus ini. Publik pun menanti langkah tegas dari pemerintah dan DPR dalam menyelesaikan polemik yang kian memanas ini.

Baca juga:  Kebakaran Landa Gedung ATR/BPN, ini penyebabnya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *