News  

Perkosa Difabel Hingga Tewas, Warga Gowa di Hakimi, Diarak, Dimutilasi hingga Tewas

DT mengungkapkan, amuk massa itu bukan semata dipicu dugaan pemerkosaan terhadap perempuan difabel, melainkan akumulasi kemarahan warga atas perilaku A selama ini.

Ia disebut kerap membuat onar dan telah beberapa kali keluar masuk penjara.

“Beberapa tahun lalu juga pernah terlibat kasus pelecehan seksual dan tidak mau bertanggung jawab,” ungkapnya.

Pelaku juga diduga pernah mencuri uang dalam jumlah besar dari rumah warga, serta baru-baru ini dituding kembali mencuri laptop sebelum dugaan pemerkosaan terjadi.

“Korbannya ini kasihan, mengalami keterbelakangan mental,” tambah DT.

Disebut sebagai ‘Hukuman Adat’, Polisi Bergerak

DT mengatakan sebagian warga menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk “hukuman adat” terhadap A.

“Ini sudah jadi kemarahan warga sekaligus hukuman adat yang diberikan kepada dia,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis pernyataan resmi terkait proses hukum atas aksi main hakim sendiri tersebut. Namun, polisi disebut telah bergerak untuk menyelidiki insiden dan mengidentifikasi para pelaku penganiayaan yang menyebabkan A tewas.

Baca juga:  Terungkap Lagi Korban P Diddy, Remaja 15 Tahun Diperkosa Bergilir di Pesta Putih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *