Hugua menyebutkan bahwa JICA selama ini menunjukkan minat kuat pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, transportasi, kesehatan, serta perencanaan wilayah dan tata ruang. Ia berharap, melalui kerja sama ini, sejumlah kebutuhan pembangunan Sultra yang belum mampu dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat diatasi dengan dukungan eksternal yang terencana dan berkelanjutan.
“Jangan sampai kita kehilangan momentum. Ini peluang untuk mengakselerasi pembangunan daerah dengan standar global,” tegas Hugua.
Rapat tersebut juga menandai komitmen Pemprov Sultra dalam memperluas jejaring internasional untuk percepatan pembangunan daerah. Pemprov bertekad memastikan seluruh persiapan berjalan matang, mulai dari dokumen teknis hingga peta potensi kerja sama.
Pertemuan dengan JICA keesokan harinya diharapkan dapat menghasilkan tindak lanjut konkret berupa pembukaan akses pendanaan dan transfer pengetahuan untuk mendukung visi pembangunan Sulawesi Tenggara yang inklusif dan berkelanjutan.












