Momen paling dinanti terjadi saat lulo massal digelar. Ribuan warga saling bergandengan tangan membentuk lingkaran besar, menari bersama mengikuti irama, menciptakan simbol persatuan tanpa memandang latar belakang.
Indra Lesmana, salah satu warga yang hadir, menilai perayaan tahun ini terasa lebih hidup karena melibatkan banyak masyarakat.
“Seru sekali, ramai dan meriah. Semua orang bisa ikut terlibat, jadi benar-benar terasa kebersamaannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Intan mengaku bangga dengan penampilan budaya yang ditampilkan dalam pawai tersebut.
“Bagus sekali, kita bisa lihat berbagai budaya daerah dalam satu acara. Lulo massalnya juga bikin suasana makin akrab,” katanya.
Perayaan HUT Sultra ke-62 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan serta kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah yang terus dijaga dan dilestarikan.













