Secara lebih luas, realisasi belanja pemerintah pada triwulan pertama tahun 2026 diproyeksikan menembus angka Rp809 triliun. Anggaran tersebut tidak hanya difokuskan pada THR, melainkan juga mencakup percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, dana rehabilitasi serta rekonstruksi bencana di wilayah Sumatra sebesar Rp6 triliun, hingga paket stimulus ekonomi senilai Rp13 triliun. Langkah ini dilakukan secara masif untuk memastikan roda ekonomi bergerak cepat sejak awal tahun.
Menteri Keuangan optimis bahwa dengan realisasi belanja yang tepat waktu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 dapat berada di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen. Capaian ini diharapkan menjadi batu loncatan penting agar pertumbuhan ekonomi nasional bisa melampaui level rata-rata lima persen. Pemerintah juga memprediksi penguatan konsumsi akan didorong oleh momentum libur panjang, cuti bersama Imlek dan Idulfitri, serta dukungan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan mobilitas masyarakat lebih fleksibel.













