PARIS — Pemerintahan Prancis kembali goyah. Perdana Menteri François Bayrou dipaksa mundur setelah kalah telak dalam mosi percaya di Majelis Nasional, Senin (8/9). Dalam voting dramatis itu, 364 anggota parlemen menolak memberi kepercayaan, sementara hanya 194 yang mendukung.
Bayrou, 74 tahun, menyerah dan akan menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Emmanuel Macron. Ia hanya bertahan sembilan bulan di kursi perdana menteri, menjadikannya salah satu yang paling singkat dalam sejarah modern Prancis.
Langkah Bayrou mengajukan mosi percaya sejatinya dimaksudkan untuk memperkuat legitimasi atas rencana penghematan besar-besaran guna menekan utang negara. Namun, rencananya memangkas anggaran hingga €44 miliar dan menghapus dua hari libur nasional justru membuatnya semakin tidak populer.
Oposisi dari kiri hingga kanan kompak menolak. Marine Le Pen menyebut jatuhnya Bayrou sebagai “akhir dari pemerintahan bayangan”, sementara Boris Vallaud dari kubu sosialis menuduh Macron telah mengabaikan rakyat kecil.












