Joao Pedro Bersinar, Chelsea Melaju ke Final Piala Dunia Antarklub

Jackson coba menciptakan dua peluang terbaik ke gawang Fluminense

Ancaman dari Fluminense

Fluminense tak banyak memberikan ancaman di 20 menit pertama, tapi peluang pertama mereka nyaris berbuah gol. Hercluas memberikan umpan cantik kepada German Cano yang berhasil menembus pertahanan dan menendang bola melewati Robert Sanchez.

Namun Cucurella sigap dan berhasil membuang bola dari garis gawang. Sebuah aksi bertahan yang luar biasa.

Cucurella sigap dan berhasil membuang bola dari garis gawang

Momen itu membangkitkan semangat Fluminense yang mulai menekan lini belakang Chelsea. Dari situasi bola mati, Thiago Santos menyundul bola yang mengenai tangan Trevoh Chalobah.

Wasit Francois Letexier menunjuk titik putih, tapi setelah VAR ditinjau, keputusannya dibatalkan karena tangan Chalobah berada di posisi alami.

Itu menjadi momen krusial terakhir di babak pertama. Peluang untuk Pedro Neto dan Christopher Nkunku berlalu tanpa menguji Fabio.

Kendali Penuh

Chelsea memulai babak kedua dengan semangat yang sama. Ancaman tetap ada, Caicedo melepaskan tembakan yang melambung, dan Cucurella hampir mencetak gol dari luar kotak penalti.

Fluminense lalu melakukan dua pergantian pemain dan mengubah formasi dari lima bek menjadi empat. Dampaknya langsung terasa saat pemain pengganti, Everaldo, menyambut bola panjang dan melepaskan tembakan keras ke arah Sanchez, tapi kiper kami melakukan penyelamatan gemilang.

Namun dengan pertahanan yang lebih terbuka, Fluminense dihukum. Joao Pedro mencetak gol keduanya dengan gaya.

Serangan dimulai dari kotak penalti Chelsea, saat Pedro Neto merebut bola dan mengoper ke Palmer. Karena dijaga ketat, bola diteruskan ke Fernandez lalu ke Joao Pedro, yang menggiring bola sejauh 40 yard, melewati Ignacio, lalu menendang keras bola yang membentur mistar dan masuk.

Tendangan keras Joao Pedro, bola membentur mistar dan masuk.
Cuplikan Gol Kedua Joao Pedro

Kali ini Joao Pedro sempat tersenyum – tanda ia tahu Chelsea hampir pasti melaju ke final hari Minggu. Chelsea tampil tenang di 30 menit akhir pertandingan.

Baca juga:  Arsenal Singkirkan Portsmouth 4-1 di Piala FA, Dominasi Penguasaan Bola dan Peluang

Fluminense berusaha membalas, tapi Sanchez tak banyak bekerja. Di sisi lain, kami terus menciptakan peluang.

Nkunku sempat melihat tembakannya diblok, lalu mendapat umpan matang dari Palmer dan menendang bola ke arah gawang, namun Thiago Silva membaca situasi dan menghalau bola yang mengarah ke sudut gawang.

Tiago Silva halau tembakan Nkunku

Malo Gusto, yang masih mencari gol pertamanya untuk Chelsea, hampir mencetak gol dengan tembakan melengkung dari jarak jauh yang nyaris masuk.

Rotasi Pemain

Maresca kemudian melakukan pergantian. Nicolas Jackson menggantikan Joao Pedro; Reece James masuk menggantikan Gusto; Noni Madueke menggantikan Pedro Neto.

Jackson menciptakan dua peluang terbaik setelah masuk. Ia merebut bola dan masuk ke kotak penalti, tapi memilih menembak sendiri ketimbang mengumpan ke Palmer sayangnya tembakannya melenceng.

Beberapa menit kemudian, ia mendapat umpan terobosan dari Madueke, namun Fabio kembali tampil cepat keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang.

Sanchez tidak banyak diuji di menit-menit akhir. Fluminense hanya menembak dari jarak jauh, pertanda solidnya pertahanan Chelsea serta rasa percaya diri dan kebersamaan dalam tim.

Kiernan Dewsbury-Hall dan Andrey Santos masuk di akhir laga menggantikan Nkunku dan Fernandez untuk mengamankan keunggulan. Bahkan dalam sepuluh menit waktu tambahan, tak ada tanda-tanda Chelsea akan kehilangan tempat di final.

Selanjutnya kami akan menghadapi Real Madrid atau Paris Saint-Germain. Hanya satu yang akan dinobatkan sebagai juara dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *