BUTON SELATAN – Dugaan praktik mafia proyek di Kabupaten Buton Selatan (Busel) terus menyeruak. Dari hasil penelusuran dan laporan kelompok Mahasiswa Anti Rasua (MAR), dua nama berinisial NAS dan ID disebut sebagai poros utama yang mengendalikan aliran proyek daerah.
Dalam laporan MAR, ID digambarkan sebagai sosok yang sangat dekat dengan pucuk pimpinan daerah. Kedekatan ini membuatnya mendapat julukan “pengatur proyek”. Hampir setiap tender dan penunjukan langsung disebut tidak lepas dari campur tangan ID, baik dalam tahap penentuan pemenang maupun dalam distribusi fee proyek.
Nama CV Titik Noktah Engineering (TNE) mencuat karena diduga menjadi perusahaan “titipan” yang kerap memenangkan proyek meski proses tender tidak berjalan transparan. TNE disebut-sebut memperoleh dukungan langsung dari ID.
Berbeda dengan ID yang lebih banyak berperan di balik layar, NAS disebut menjalankan fungsi sebagai penghubung antara pihak rekanan, kontraktor, hingga pejabat daerah. Perannya memastikan arahan ID dapat dieksekusi mulus di lapangan, termasuk dalam urusan negosiasi dengan ULP maupun dinas terkait.
Beberapa sumber MAR menuturkan, NAS kerap hadir dalam pembicaraan awal terkait paket proyek, terutama dalam memastikan siapa saja yang “layak” memenangkan tender. Pola ini menguatkan dugaan adanya rekayasa sistematis dalam proses pengadaan barang dan jasa di Busel.












