Romahdon juga mendorong dan mengajak masyarakat melawan terorisme, dengan mengedukasi mereka tentang bahaya dan tanda-tanda radikalisasi. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang juga sangat penting.
“Selain itu, membangun komunitas yang inklusif dan memperkuat nilai-nilai toleransi serta kebersamaan dapat mengurangi potensi penyebaran ideologi ekstrem. Program-program deradikalisasi dan pemberdayaan ekonomi juga dapat membantu mengurangi daya tarik kelompok teroris bagi individu yang rentan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan identitas satu tersangka dugaan tindak pidana terorisme yang berencana melakukan bom bunuh diri dengan sasaran tempat ibadah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebutkan satu tersangka itu berinisial HOK (19).
“Tersangka berdasarkan hasil penyelidikan diketahui berencana melakukan aksi teror bom bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak berdaya ledak tinggi,” ujarnya










