JAKARTA — Wacana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dinilai belum memiliki urgensi yang kuat dan cenderung digiring ke ruang politik, bukan berdasarkan evaluasi objektif atas kinerja institusi dan kepentingan negara.
Hal tersebut disampaikan Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALAK). Menurut JALAK, hingga saat ini Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo masih menunjukkan loyalitas penuh terhadap konstitusi, Merah Putih, serta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai kepala pemerintahan yang sah.
“Loyalitas Kapolri tercermin dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mendukung agenda pemerintahan, serta merespons pengaduan masyarakat secara lebih terbuka dan terukur,” ujar Laode Iswar Anugrah, perwakilan JALAK, dalam keterangannya, 9/2/2026.
Ia menilai, desakan pergantian Kapolri tanpa dasar evaluasi institusional yang jelas justru berpotensi melemahkan soliditas internal Polri dan mengganggu proses konsolidasi pemerintahan baru Presiden Prabowo yang tengah menata arah pembangunan nasional.













