Israel Klaim Kuasai Wilayah Udara Teheran, Peringatkan “Teheran Akan Terbakar” Jika Iran Terus Serang

Graphic Islamic Revolutionary Guard Corps

IDF juga mengklaim telah menargetkan 150 sasaran militer di Iran, termasuk fasilitas pertahanan, kilang minyak, dan tempat tinggal ilmuwan nuklir. Israel juga mengklaim telah membunuh beberapa jenderal senior Iran, termasuk kepala intelijen angkatan bersenjata dan komandan rudal balistik Garda Revolusi.

Iran mengonfirmasi bahwa serangan telah menyebabkan kerusakan pada fasilitas nuklir Natanz dan Isfahan, namun membantah bahwa fasilitas Fordow diserang. Laporan IAEA menyebut bagian atas fasilitas Natanz hancur, tetapi tidak ada kerusakan pada ruang bawah tanahnya.

Iran melaporkan bahwa 78 orang tewas, termasuk 9 ilmuwan nuklir, dan lebih dari 320 orang terluka akibat serangan Israel. Di sisi lain, serangan rudal Iran juga menewaskan beberapa warga Israel, termasuk empat orang di kota Tamra dan enam lainnya di Rehovot dan Bat Yam.

Pasukan Israel juga disebut menembaki warga Palestina yang antre bantuan makanan di Gaza, namun belum ada konfirmasi rinci karena pemadaman komunikasi. Houthi dari Yaman yang merupakan sekutu Iran juga dilaporkan menembakkan rudal ke wilayah Palestina di Tepi Barat, menewaskan lima warga termasuk tiga anak.

Sebuah bangunan di utara Teheran, Iran, yang terkena serangan udara Israel pada 13 Juni. Teheran tetap bersikap menantang meskipun wilayahnya diserang.” Foto: Abedin Taherkenareh/EPA

Pemerintah AS dan Prancis menyatakan siap membela Israel, dengan laporan yang menyebut pasukan AS sudah terlibat dalam operasi pertahanan. Inggris belum memberikan bantuan militer langsung dan menyerukan de-eskalasi. Duta Besar AS untuk PBB memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap personel atau infrastruktur AS akan berujung pada “konsekuensi serius bagi Iran.”

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, memperingatkan bahwa serangan terhadap situs nuklir berpotensi menyebabkan bencana radiasi dan melanggar hukum internasional.

Baca juga:  TikTok Amankan Operasi di AS Lewat Pembentukan Usaha Patungan Baru

Konflik ini berisiko meluas secara regional dan internasional, terutama jika Iran benar-benar menyerang aset militer negara-negara Barat atau jika Israel melanjutkan operasi militer besar-besaran yang disebutnya “Rising Lion” hingga program nuklir Iran sepenuhnya dihancurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *