Sementara itu, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus memanas. Serangan balasan antara Iran dan Israel meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran.
Beberapa negara seperti Saudi Arabia, United Arab Emirates, Qatar, Bahrain, dan Kuwait melaporkan adanya serangan drone dan rudal. Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat belasan drone, sementara Bahrain melaporkan kerusakan pada salah satu fasilitas penyulingan air laut.
Konflik juga meluas ke Lebanon, di mana militer Israel melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran. Serangan di Beirut dan wilayah selatan Lebanon dilaporkan menewaskan sejumlah orang dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya sempat menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk serta menyatakan Iran tidak akan menyerang mereka selama wilayah udara dan pangkalan militer mereka tidak digunakan untuk menyerang Iran.
Namun, sejumlah analis menilai pernyataan tersebut justru mengindikasikan adanya perbedaan pandangan di dalam elite pemerintahan Iran terkait strategi menghadapi konflik yang semakin meluas di kawasan.













