Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sultra, H. Muhammad Saleh, dalam sambutannya mengatakan bahwa STQH adalah bentuk ikhtiar melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Ia menyebut momentum ini juga sebagai tonggak sejarah baru, mengingat Sultra terakhir menjadi tuan rumah STQH Nasional pada 1992.
“Kita patut bangga dan bersyukur karena Sultra kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Ini sejarah baru di bawah kepemimpinan Gubernur ASR,” katanya.
278 Peserta dari 17 Kabupaten/Kota Siap Berlaga
Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sultra, Nur Saleh, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, menyampaikan bahwa STQH ke-28 digelar pada 19–27 Juni 2025 berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/155 Tahun 2025.
Sebanyak 278 peserta dari 17 kabupaten/kota mengikuti kompetisi ini dengan mendaftar secara daring melalui aplikasi E-MTQ. Cabang yang diperlombakan antara lain:
- Tilawatil Qur’an golongan anak-anak dan dewasa
- Hafalan Al-Qur’an 1 juz dan tilawah, serta 10 juz
- Hafalan Al-Qur’an 5 juz dan tilawah, serta 20 juz
- Hafalan Al-Qur’an 30 juz dan tafsir dalam Bahasa Arab
- Hafalan Hadis 100 hadis bersanad dan 500 hadis tanpa sanad
- Karya Tulis Ilmiah Hadis
Panitia berharap pelaksanaan STQH berjalan lancar dan menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat Sultra, sekaligus menjadi ajang pemanasan menuju STQH Nasional 2025.












