Diskusi ini akan menghadirkan pengamat energi, akademisi, aktivis kebijakan, serta perwakilan komunitas pemuda. Berbagai perspektif akan disatukan untuk merumuskan pandangan yang komprehensif tentang tantangan dan peluang sektor energi nasional. Selain itu, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi awal yang dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan menuju tahun 2026.
Menurut Ach Fauzi, pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. “Kami mendorong lahirnya sinergi antara pemerintah, pengamat, media, dan masyarakat agar isu kedaulatan energi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata,” katanya.
Selain membahas aspek teknis dan ekonomi, diskusi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi publik yang transparan. Informasi yang akurat dan mudah dipahami akan membantu masyarakat memahami arah kebijakan energi, sekaligus mencegah munculnya disinformasi yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap negara.
Menutup pernyataannya, Ach Fauzi berharap kegiatan ini dapat memberi dampak jangka panjang. “Kami berharap diskusi ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran nasional bahwa energi adalah fondasi kedaulatan dan kesejahteraan. Jika kita mampu mandiri, maka ekonomi Nusantara akan semakin kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.












