Rusia juga mengecam keras serangan Israel di Gaza dan menyatakan “penyesalan mendalam” atas ratusan korban jiwa yang berjatuhan.
“Moskow dengan sangat menyesalkan mengetahui bahwa Israel kembali melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya.
Rusia juga mengkritik Amerika Serikat, yang disebut memberikan restu terhadap serangan ini. Kremlin menilai langkah tersebut hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah dan memperpanjang penderitaan warga sipil.
“Seperti yang telah terbukti, membebaskan sandera dengan kekuatan militer adalah hal yang mustahil. Rusia dengan tegas mengutuk segala tindakan yang menyebabkan kematian warga sipil serta penghancuran infrastruktur sosial,” ujar Moskow seperti dikutip Reuters.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Rusia sangat prihatin terhadap eskalasi konflik ini dan menyerukan agar kedua pihak kembali ke meja perundingan untuk mencapai gencatan senjata permanen.
Selain China dan Rusia, beberapa negara lain juga mengecam serangan Israel ke Gaza. Negara-negara seperti Jerman, Italia, Prancis, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Turki, dan Iran turut menyuarakan keprihatinan mereka.
Serangan terbaru Israel ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Sejumlah pengamat menilai bahwa tanpa langkah nyata untuk mencapai solusi damai, konflik ini akan terus berlanjut dan membawa dampak yang semakin besar bagi dunia internasional.













