China dan Rusia Marah Besar, Kecam Israel atas Serangan Brutal ke Gaza

Jakarta,– Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Jalur Gaza pada Selasa (18/3), mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 19 Januari. Serangan ini menyebabkan lebih dari 400 warga Palestina tewas dalam waktu kurang dari 24 jam, menjadikannya salah satu hari paling mematikan sejak perang meletus pada 2023.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut operasi militer ini sebagai “baru permulaan” dan menegaskan bahwa tujuan utama serangan ini adalah menghancurkan Hamas serta membebaskan sandera yang masih ditahan di Gaza. Namun, serangan tersebut justru memicu kecaman keras dari berbagai negara, termasuk dua kekuatan besar dunia, China dan Rusia.

Melalui perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong, China menyatakan “sangat prihatin dan mengutuk keras serangan oleh Israel di Gaza yang kembali terjadi.”

“Kami dengan tegas menuntut gencatan senjata permanen di Gaza,” ujar Fu Cong dalam pernyataannya di media sosial X.

China juga menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh dijadikan alat politik. Beijing meminta Israel untuk segera membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza dan mematuhi hukum humaniter internasional.

Selain itu, China menyatakan dukungannya terhadap upaya rekonstruksi Gaza yang dipimpin oleh Mesir dan negara-negara Arab lainnya.

“Kami juga mendorong percepatan rekonstruksi berdasarkan prinsip bahwa Palestina harus diperintah oleh rakyat Palestina sendiri, sehingga mereka dapat membangun kembali rumah dan kehidupan mereka di tanah mereka sendiri,” tambahnya.

Baca juga:  Perangi Israel Dengan Gerakan BDS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *