Namun, ketika laga tampak berakhir imbang, Osasuna kembali mengejutkan. Raul García mencetak gol kemenangan pada menit ke-90, memastikan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Secara statistik, Osasuna memang kalah dalam penguasaan bola (39 persen), tetapi mereka tampil tajam dengan 13 percobaan tembakan dan bermain lebih agresif di dalam kotak penalti. Disiplin bertahan serta keberanian memanfaatkan momen krusial menjadi kunci keberhasilan tuan rumah meredam ambisi Los Blancos.
Hasil ini menjadi pengingat bahwa dominasi angka tidak selalu sejalan dengan hasil akhir. Di Pamplona, Osasuna membuktikan bahwa determinasi dan efektivitas mampu mengalahkan superioritas penguasaan bola.













