Keadaan berubah setelah Wesley Fofana diganjar kartu merah pada menit ke-72. Bermain dengan 10 orang membuat intensitas serangan Chelsea menurun, sementara Burnley semakin berani menekan.
Burnley yang hanya menguasai 33 persen bola justru tampil lebih efisien. Mereka mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dan terus menekan hingga menit akhir. Upaya tersebut berbuah hasil ketika Zian Flemming mencetak gol pada menit 90+3, memastikan skor akhir 1-1.
Hasil ini menjadi pelajaran bagi Chelsea bahwa dominasi permainan belum tentu menjamin kemenangan. Sementara Burnley membuktikan mentalitas pantang menyerah dengan mencuri poin penting di kandang lawan.













