“X keluar selama 10 hari! Elon Musk keluar,” kata Maduro.
Kantor pers X tidak segera menanggapi email yang meminta komentar. Maduro dan Musk telah saling menuduh mengenai pemilihan presiden Venezuela yang disengketakan pada tanggal 28 Juli.
Otoritas pemilu menyatakan Maduro sebagai pemenang tetapi belum mengeluarkan penghitungan suara. Pihak oposisi mengklaim telah mengumpulkan catatan dari lebih dari 80% dari 30.000 mesin pemungutan suara elektronik di seluruh negeri yang menunjukkan pemenangnya adalah kandidatnya, Edmundo Gonzalez.
Musk menggunakan jejaring sosial tersebut untuk menuduh pemimpin sosialis yang memproklamirkan diri itu melakukan kecurangan pemilu yang besar.”Malu pada diktator Maduro,” kata Musk dalam sebuah posting pada hari Senin.
Sejak pemilihan, Maduro telah menyatakan perlunya mengatur jejaring sosial di Venezuela. Ia juga mengklaim bahwa platform sosial tersebut digunakan oleh musuh-musuhnya untuk mengancam keluarga para pengikutnya dan sekutu politiknya, personel militer, petugas polisi, dan untuk menciptakan keadaan cemas di Venezuela.











