KMS Desak Gubernur Evaluasi Plt KUPTD Pelabuhan Amolengu, Soroti Dugaan Pungli dan Konflik Kepentingan

Penyeberangan Pelabuhan Amolengo Konawe Selatan.

KENDARI – Ketua Kaukus Muda Sultra (KMS), La Ahy, mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Pelaksana Tugas (Plt) KUPTD Pelabuhan Amolengu. Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi pelabuhan yang dinilai kerap memicu konflik dan menjadi sorotan publik akibat dugaan praktik percaloan.

Menurut La Ahy, persoalan yang berulang di Pelabuhan Amolengu mencerminkan lemahnya tata kelola dan kepemimpinan di tingkat UPTD. Ia menilai situasi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pelayanan publik serta menciptakan konflik berkepanjangan di area pelabuhan.

La Ahy menjelaskan, salah satu persoalan utama adalah tidak sterilnya area dermaga dari kendaraan pengguna jasa. Penumpukan kendaraan di lokasi yang seharusnya bebas dari aktivitas parkir dinilai menghambat proses pembongkaran kendaraan dari kapal.

“Kondisi ini bukan hanya mengganggu kelancaran operasional, tetapi juga berpotensi memicu konflik antar pengguna jasa,” ujarnya.

Ia menilai Plt KUPTD tidak menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya dalam memastikan ketertiban dan keamanan area pelabuhan.

Selain persoalan teknis operasional, KMS juga menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas loket di Pelabuhan Amolengu dan Pelabuhan Labuan yang di duga ditenggarai oleh oknum KUPTD. Dugaan tersebut disebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Baca juga:  Sekda Sultra Hadiri Pelantikan DWP Provinsi, Ini Pesannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *