JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat sejumlah obligasi dan sukuk pada awal tahun 2026. Pada Rabu, 7 Januari 2026, PT Eagle High Plantations mencatat obligasi berkelanjutan I Tahap III senilai Rp210 miliar dan sukuk mudharabah berkelanjutan I Tahap II senilai Rp290 miliar. Kedua instrumen tersebut mendapatkan peringkat idA- dan idA- sy dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dengan wali amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Pada hari yang sama, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat obligasi berkelanjutan V Tahap I senilai Rp351,96 miliar dengan peringkat idA+ dan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sedangkan PT Energi Mega Persada Tbk mencatat obligasi berkelanjutan I Tahap I senilai Rp50 miliar, dengan peringkat idA+ dan wali amanat yang sama.
Hingga kini, total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2026 mencapai 4 emisi dari 3 emiten senilai Rp216,97 triliun. Secara keseluruhan, total obligasi dan sukuk tercatat di BEI berjumlah 662 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp539,79 triliun dan USD134,01 juta, diterbitkan oleh 136 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 190 seri senilai Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta, sementara EBA tercatat 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.












