Ridwan menambahkan, pada tahun 2026 mendatang pihaknya kembali merencanakan pembangunan satu titik BTS tambahan. Selain itu, Sultra juga akan menerima dukungan pembangunan BTS melalui anggaran pemerintah pusat guna mempercepat penghapusan wilayah blank spot.
“Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi semua pihak, kami menargetkan pada tahun 2029 tidak ada lagi wilayah di Sulawesi Tenggara yang mengalami blank spot,” tegasnya.
Pemerataan akses digital ini diharapkan dapat mendorong peningkatan layanan publik, pendidikan, ekonomi digital, serta konektivitas masyarakat di wilayah terpencil Sulawesi Tenggara.












