“ASR-Hugua bukan tipe pemimpin yang menjual mimpi instan. Mereka adalah sosok dengan kapasitas teknokratik, pengalaman lapangan, dan jaringan politik nasional yang mampu menjadikan Sultra sebagai kawasan pertumbuhan baru di Indonesia Timur. Kami melihat ada ‘tangan dingin’ yang bisa menyulap stagnasi menjadi lompatan pembangunan,” ungkap Akril.
Visioner Indonesia juga mengingatkan publik agar tidak terjebak pada romantisme politik atau kegaduhan sosial media. Akril mengajak masyarakat bersikap cerdas, objektif, dan berbasis data dalam menilai calon pemimpin.
“Kita tidak butuh pemimpin yang viral, tapi yang mampu mendesain dan mengeksekusi roadmap pembangunan yang konkret. Rakyat Sultra harus berhenti bertaruh pada pemimpin coba-coba. Saatnya mempercayakan masa depan daerah ini pada figur seperti ASR-Hugua yang paham arah, kuat di sistem, dan terbukti bisa bekerja,” pungkasnya.
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan kepemimpinan berbasis gagasan, Visioner Indonesia menyatakan siap berada di garda depan untuk mengawal dan menggerakkan dukungan rakyat Sultra bagi kepemimpinan ASR-Hugua.












