Akril menambahkan bahwa penyebaran hoaks tidak hanya dapat menyesatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakstabilan ekonomi dan sosial. “Isu seperti ini bisa merugikan banyak pihak, termasuk konsumen, pelaku usaha, hingga pemerintah. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” katanya.
Visioner Indonesia juga mengajak seluruh pihak, termasuk media dan pemerintah, untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai literasi digital dan cara mengidentifikasi berita hoaks. “Kami berharap ada kerja sama dari semua pihak untuk mencegah penyebaran hoaks yang bisa mengganggu stabilitas nasional,” tutup Akril.












