Trump menyampaikan ancaman tarif baru terhadap Uni Eropa dan China

Presiden Amerika Donald Trump

Pendekatan yang Lebih Terukur

Pada hari Senin, Trump menandatangani memorandum perdagangan yang luas, memerintahkan lembaga federal untuk menyelesaikan tinjauan komprehensif mengenai berbagai masalah perdagangan sebelum 1 April. Tinjauan ini mencakup analisis defisit perdagangan AS, praktik perdagangan tidak adil, dan manipulasi mata uang oleh negara mitra, termasuk China.

Pendekatan Trump yang lebih hati-hati terhadap tarif sempat memicu reli di pasar saham AS, yang mendorong indeks S&P 500 ke level tertinggi dalam sebulan. Namun, ancaman tarif baru terhadap China dan Uni Eropa mungkin menghambat momentum tersebut.

Ahli perdagangan William Reinsch mengatakan bahwa Trump tampaknya mengambil pendekatan yang lebih lambat untuk memastikan dasar hukum yang kuat untuk tindakannya dan menggunakan leverage secara maksimal.

Respon dari Kanada dan Meksiko

Kanada dan Meksiko memberikan tanggapan yang lebih damai terhadap tenggat waktu 1 Februari yang ditetapkan Trump. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa kedaulatan dan kemerdekaan Meksiko akan menjadi prioritas utama. Namun, ia menambahkan bahwa perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada (USMCA) tidak akan dinegosiasikan ulang hingga 2026.

Sementara itu, petani jagung AS khawatir tarif akan mengganggu perdagangan dengan Meksiko, pelanggan ekspor terbesar jagung AS, serta Kanada, pelanggan utama etanol AS.

“Kami memahami bahwa dia adalah tipe negosiator, Kami hanya berharap hasil akhirnya tidak merugikan ekspor kami.” kata Kenny Hartman Jr., presiden dewan Asosiasi Petani Jagung Nasional. 

Baca juga:  Dolar AS Terjun ke Level Terendah Tiga Tahun Pasca Kabar Trump Siapkan Pengganti Ketua The Fed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *