Cadangan beras pemerintah juga berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Stok Perum Bulog pada akhir 2025 tercatat 3,24 juta ton dan sempat menyentuh 4,2 juta ton, memberikan ruang kebijakan yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.
Dampak positif swasembada pangan turut dirasakan langsung oleh petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan dan daya beli petani.
Di sisi perdagangan, sektor pertanian menunjukkan performa ekspor yang solid. Nilai ekspor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, tumbuh 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menandakan meningkatnya daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.
Pemerintah menegaskan bahwa capaian swasembada pangan ini menjadi landasan untuk penguatan kemandirian nasional yang berkelanjutan. Ke depan, fokus diarahkan pada menjaga kesinambungan produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lain, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara adil oleh petani dan masyarakat luas.












