“Ini bukan sekadar pembinaan atlet. Ini tentang membangun masa depan generasi muda Sultra,” tegasnya.
Gubernur berkomitmen akan segera menyusun roadmap pembangunan SKO yang komprehensif. Ia bahkan menyebut akan mengupayakan dukungan dari kementerian, dunia usaha, dan lembaga olahraga nasional agar SKO tak lagi menjadi ‘pabrik impian setengah jadi’, tetapi benar-benar menjadi kawah candradimuka atlet Sultra.
Para siswa yang hadir tampak antusias dan penuh harap. Meski berlatih dalam keterbatasan, semangat mereka tak surut. Beberapa dari mereka bahkan telah mengukir prestasi di tingkat provinsi dan nasional, meski tanpa fasilitas ideal.
“Kami hanya ingin diberi kesempatan yang sama seperti atlet dari daerah lain. Kami ingin membuktikan, asal kami bukan penghalang untuk juara,” ujar salah satu siswa atlet silat.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di balik gelar dan seremoni, ada kerja rumah besar yang menunggu. Gubernur Andi Sumangerukka kini ditantang untuk menjadikan janji sebagai aksi, agar SKO benar-benar menjadi tempat lahirnya kebanggaan olahraga Sulawesi Tenggara.












