Kendari – Di balik semangat dan peluh para atlet muda di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara, tersimpan realita yang mengiris: fasilitas minim, asrama seadanya, dan alat latihan yang jauh dari kata layak. Pemandangan inilah yang langsung disaksikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat berkunjung ke sekolah yang digadang-gadang mencetak juara masa depan.
Ruang kelas yang sempit, lapangan yang belum standar, hingga perlengkapan olahraga yang terbatas menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut. Gubernur tak menutup mata. Ia mengakui, meski SKO telah berdiri sebagai lembaga khusus, namun belum mampu memberikan dukungan maksimal kepada para siswa yang mengabdikan masa mudanya untuk berlatih dan berprestasi.
“Jangan sampai kita menuntut prestasi dari anak-anak ini, sementara sarana dasarnya saja tidak kita siapkan dengan benar,” ujarnya di hadapan para wartawan, usai meninjau ruang belajar dan asrama siswa.
Baginya, SKO bukan hanya soal mencetak medali, tapi juga tentang menciptakan sistem yang menopang kehidupan para atlet baik fisik, mental, maupun kesejahteraan sosialnya. Dalam dialog dengan pelatih dan guru, Gubernur menyerap banyak masukan, mulai dari kebutuhan lapangan multi fungsi, peralatan latihan modern, hingga program nutrisi yang konsisten.













