Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Iran, Puluhan Siswa Dilaporkan Tewas

USA-Iran Serang Sekolah di Iran Selatan

Serangan terjadi di tengah ketegangan politik dalam negeri Iran, beberapa pekan setelah pemerintah membubarkan demonstrasi nasional secara keras. Menurut laporan Human Rights Activists in Iran (HRANA), ribuan orang dilaporkan tewas dalam gelombang protes sebelumnya.

Sejumlah mahasiswa dan warga muda yang sebelumnya terlibat dalam aksi protes menyampaikan perasaan campur aduk. Moein (21), mahasiswa di University of Tehran, mengatakan ia mendengar ledakan dari sekitar area kampus.

“Kota ini tegang, tetapi belum panik. Kami sudah menyiapkan kebutuhan darurat, meski tidak ada bunker untuk warga biasa,” ujarnya.

Beberapa warga juga melaporkan gangguan akses terhadap media pemerintah, meski belum jelas apakah hal tersebut akibat serangan siber atau lonjakan trafik akibat situasi darurat.

Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar” terhadap Iran dan menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintahnya. Dalam beberapa pekan terakhir, militer AS memang dilaporkan meningkatkan kehadiran di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa salah satu gelombang serangan awal menghantam area dekat kompleks pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran.

Situasi di Iran hingga kini masih berkembang. Masyarakat internasional menyoroti potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan, sementara warga sipil menghadapi ketidakpastian di tengah ancaman lanjutan serangan.

Baca juga:  Trump Janji Rilis Berkas Pembunuh John F Kennedy Jika Terpilih Presiden Amerika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *