News  

Sekjen Visioner Indonesia: Distorsi Narasi “Jangan Boros” Jadi “Matikan Kompor” Bukti Krisis Literasi Informasi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, angkat bicara terkait polemik yang menyeret Bahlil Lahadalia setelah beredarnya narasi “matikan kompor” di media sosial. Ia menilai polemik tersebut bukan semata soal substansi kebijakan, melainkan cerminan krisis literasi informasi di ruang publik.

Akril menegaskan bahwa pernyataan asli Menteri ESDM dalam konteks pengelolaan energi nasional sejatinya mengarah pada imbauan efisiensi, bukan instruksi teknis yang bersifat literal. Namun, potongan narasi yang disederhanakan menjadi judul sensasional telah mengubah makna pesan secara signifikan.

“Ini bukan sekadar kesalahpahaman, tetapi bentuk distorsi komunikasi publik yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara,” tegas Akril dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, perubahan frasa dari “jangan boros” menjadi “matikan kompor” menunjukkan bagaimana framing media dan viralitas media sosial dapat menggiring opini secara cepat tanpa memberikan ruang pada konteks utuh.

Akril menilai, di tengah tantangan ketahanan energi global, narasi yang tidak utuh justru dapat melemahkan solidaritas publik dalam mendukung langkah-langkah strategis pemerintah. Ia juga mengingatkan bahwa kritik tetap penting, namun harus berbasis data dan informasi yang lengkap.

“Kritik itu bagian dari demokrasi, tetapi ketika dibangun di atas potongan informasi yang bias, maka yang lahir bukan kontrol sosial, melainkan disinformasi yang memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Baca juga:  Hoaks LPG 3 Kg Merebak, Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *