Ia juga menjelaskan bahwa penilaian kinerja TPID mencakup aspek proses, output, dan outcome, termasuk perkembangan inflasi, kondisi komoditas strategis, hasil koordinasi lintas sektor, program unggulan, serta langkah-langkah stabilisasi harga yang telah dilakukan.
Melalui kegiatan capacity building ini, Asrun Lio berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kapasitas dalam menyusun laporan yang sistematis, konsisten, dan mudah dipahami, sehingga mampu menggambarkan kinerja TPID secara utuh dan objektif.
Selain itu, ia mengingatkan TPID kabupaten/kota agar memastikan kelengkapan dokumen pendukung sesuai ketentuan, guna mendukung proses evaluasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Nasional secara optimal.
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Handry Imansyah, MAM., Ph.D sebagai narasumber utama, serta dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Biro Perekonomian Setda Sultra Abdul Rajab, dan perwakilan TPID kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Menutup kegiatan, Sekda Sultra menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara atas sinergi dan pendampingan berkelanjutan dalam pengendalian inflasi, serta kepada Biro Perekonomian Setda Sultra selaku Sekretariat TPID Provinsi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.













