ZINTAN – Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Khadafi, dilaporkan meninggal dunia dalam serangan bersenjata yang terjadi di kediamannya di Zintan, Libya barat, Selasa siang waktu setempat.
Menurut keterangan yang disampaikan penasihat politiknya, Abdullah Othman Abdurrahim, insiden berlangsung sekitar pukul 14.00. Empat orang bersenjata dengan wajah tertutup disebut menerobos masuk ke rumah Saif setelah lebih dulu merusak sistem kamera pengawas. Baku tembak tak terhindarkan dan Saif al-Islam dilaporkan tewas di lokasi kejadian.
Moussa Ibrahim, mantan juru bicara Muammar Khadafi, menyebut kematian Saif sebagai akibat pengkhianatan. Ia mengaku masih sempat berbincang dengan Saif dua hari sebelum peristiwa tersebut. Dalam percakapan itu, Saif disebut hanya menyampaikan harapan agar Libya segera mencapai perdamaian dan rakyatnya hidup aman.
Saif al-Islam, berusia 53 tahun, selama bertahun-tahun dikenal sebagai figur kunci dalam lingkaran kekuasaan rezim Khadafi. Pada periode 2000–2011, ia kerap dipandang sebagai calon penerus ayahnya dan dianggap sebagai tokoh kedua paling berpengaruh di Libya.












