Selain membahas kampung haji, pertemuan juga menyoroti pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai instrumen penguatan ekonomi keumatan. Menteri Agama menyampaikan, ke depan pengelolaan dana umat akan didorong agar lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Pengelolaan dana umat akan disentuh dengan manajemen profesional, sehingga efisiensi dan efektivitasnya meningkat. Dana-dana umat dihimpun dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat itu sendiri,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga membuka ruang komunikasi dan diskusi yang luas dengan para tokoh agama. Menteri Agama menilai suasana dialog berlangsung cair, terbuka, dan penuh gagasan.
“Bapak Presiden menyetujui adanya komunikasi intensif dengan para tokoh agama. Sangat terbuka. Presiden juga terlihat menikmati diskusi dengan para kiai, ulama, dan pimpinan pondok pesantren,” tandas Nasaruddin.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk terus merawat kebersamaan nasional, memperkuat sinergi dengan tokoh-tokoh keagamaan, serta mendengar langsung aspirasi para ulama dan pimpinan pesantren dalam pembangunan bangsa ke depan.












