Dalam kesempatan itu, Presiden turut menyinggung pandangan sejumlah pihak yang kerap menyebut Indonesia sebagai the impossible nation. Anggapan tersebut, menurut Presiden, justru menjadi tantangan yang menuntut kepemimpinan yang waspada, memahami realitas sosial, serta berpijak pada pengetahuan sejarah bangsa.
“Kita harus menjadi pemimpin yang memahami sejarah bangsa, sejarah nusantara, sejarah daerah-daerah, dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas pengorbanan besar rakyat. Oleh karena itu, seluruh pemimpin negara wajib mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Negara yang sekarang ada dalam kendali kita ini dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Ini mudah diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata,” pungkas Presiden.












