Perundingan Dagang AS-China Kembali Digelar, Dunia Menanti Akhir dari Perang Tarif

Pertemuan mendatang di London bukan hanya penting bagi dua negara tersebut, tetapi juga berpotensi besar mempengaruhi dinamika perdagangan global. Ketidakpastian akibat perang dagang selama ini telah mengganggu rantai pasok internasional dan memicu volatilitas pasar.

Investor global, pelaku industri, dan negara-negara mitra dagang akan mencermati hasil perundingan ini sebagai indikator arah kebijakan ekonomi global ke depan. Jika kesepakatan tercapai, maka ini bisa menjadi titik balik menuju stabilitas ekonomi yang lebih luas di tengah ketegangan geopolitik yang masih membara, termasuk konflik Timur Tengah dan isu migrasi internasional.

Di tengah upaya diplomasi dagang ini, Presiden Trump juga menghadapi kecaman internasional akibat kebijakan larangan masuk terhadap warga dari 12 negara mayoritas muslim dan Afrika, termasuk Iran. Langkah ini disebut sebagai tindakan diskriminatif yang melanggar hukum internasional dan memperkeruh hubungan AS dengan sejumlah negara.

Iran, melalui Kementerian Luar Negeri-nya, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk “mentalitas supremasi” dan memperingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan tanggung jawab internasional bagi AS.

Baca juga:  Bank Indonesia Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *