Amerika Serikat— Mayoritas pendukung mantan Presiden Donald Trump secara tegas menolak keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik yang tengah berkecamuk antara Israel dan Iran. Sikap ini tercermin dari hasil jajak pendapat terbaru yang menunjukkan pergeseran sikap publik, khususnya dari kalangan Partai Republik, terhadap keterlibatan militer AS di Timur Tengah.
Survei yang dilakukan oleh Economist/YouGov pada akhir pekan lalu mengungkap bahwa 53% pemilih Trump dalam pemilu presiden 2024 tidak menyetujui intervensi militer dalam konflik tersebut. Hanya 19% yang mendukung opsi militer, sementara mayoritas lainnya, sekitar 63%, lebih memilih jalur diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan atas program nuklir Iran.
Sikap skeptis terhadap penggunaan kekuatan militer juga terlihat di parlemen. Anggota Kongres dari Kentucky, Thomas Massie, menegaskan pentingnya ketaatan pada konstitusi. “Perang bukan keputusan presiden. Konstitusi kita memberi wewenang itu kepada Kongres,” ujar Massie lewat akun X.
Sementara itu, anggota DPR Tim Burchett dari Tennessee menyuarakan keprihatinannya atas kemungkinan AS terjerumus dalam konflik berkepanjangan. “Kita tidak bisa terus menyeret anak-anak muda kita ke perang yang tak berkesudahan. Ini saatnya Amerika berhenti jadi polisi dunia dan membiarkan Israel mengelola konflik mereka sendiri,” ujarnya kepada CNN.












