Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah juga mulai mendorong diversifikasi sumber impor, khususnya dari kawasan Asia dan ASEAN.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan kondisi pasokan LPG nasional telah kembali stabil setelah sempat mengalami kendala pada awal April 2026.
“Stok LPG kita saat ini sudah di atas 10 hari dan akan segera bertambah dengan kedatangan kargo baru,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman yang menyebutkan bahwa kondisi stok LPG nasional dalam kategori aman, meskipun masih sedikit di bawah batas minimum ideal sebesar 11,4 hari.
Pemerintah optimistis, kebijakan pengalihan pasokan dan strategi diversifikasi impor ini akan memperkuat ketahanan energi nasional serta memastikan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika global.













