Rahmadi menjelaskan, menjamurnya PSK ini sudah terasa sejak 2023, bersamaan dengan puncak pembangunan IKN. “Ketika jalan mulai dibangun, tiang pancang berdiri, ada yang lain juga ikut berdiri. Nafsu para pekerja,” ujarnya, jujur.
Ia bahkan menyebut aplikasi MiChat sebagai smart city versi gelap. Di saat pemerintah sibuk membangun jaringan digital 5G, para pria kesepian justru sibuk menjelajah ‘jaringan layanan biologis’ via aplikasi.
“Ini semua karena jauh dari keluarga. Kalau sudah bicara soal kebutuhan biologis, ya pasti mereka cari hiburan,” kata Rahmadi, yang tampaknya sedang mempertimbangkan apakah pembangunan IKN juga perlu disertai pembangunan pusat rekreasi halal.
Sementara itu, Otorita IKN belum banyak bicara. Mungkin mereka sedang memilih kata yang tepat antara “transisi ibu kota” dan “transaksi bawah meja.”
Satu hal yang pasti, di tanah yang katanya akan jadi lambang kemajuan bangsa, ternyata masih harus berjuang melawan penyakit sosial yang berkembang lebih cepat dari anggaran proyeknya.













